Langsung ke konten utama

Box Koffies VS Kedai Kopi Orion

Halo rekan-rekan! Kali ini aku mau menulis tentang perbandingan antara dua produk, produk apa sih? Nah, kali ini aku mau membahas soal kopi. Kebetulan aku suka menghabiskan weekend dengan berkumpul dan bercengkrama dengan beberapa teman di kedai kopi, menikmati segelas iced coffee sambil membahas peluang pekerjaan. Disini aku hanya akan membandingkan dua kedai kopi dan bukan kopi yang dijual di mall-mall besar seperti Starbucks dll.

1. Box Koffies
Box Koffies ini letaknya didaerah Ciledug, Tangerang dan lebih tepatnya di alamat Jl. Raden Patah No. 26 Sudimara Barat. Ciledug, Kota Tangerang. Tempat ini menyediakan suasana yang apik dan sangat nyaman terutama pada malam hari, dengan lokasi dipinggir jalan akan memudahkan kita untuk menemukan tempat ini. Soal rasa, benar-benar memanjakan segala jenis penikmat kopi. Mulai dari pecinta kopi pahit seperti espresso, Americano, style jadul seperti kopi tubruk hingga pecinta es kopi blender yang rasanya manis dan menyegarkan seperti kopi latte, cappuccino, caramel, maupun affogato yang merupakan perpaduan dari espresso dan ice cream yang manis dan lembut. Jadi, semua orang dapat memesan sesuai selera mereka. Kedai ini juga menyediakan beberapa macam makanan seperti nasi, pasta, ayam, maupun jenis mie. Serta menyediakan beberapa jenis dessert yang cocok dimakan sambil menikmati segelas kopi seperti pisang goreng, choco lava, pancake, dan lain-lain. Tempat ini membanderol harga kopi mereka mulai dari Rp. 15.000 s/d Rp. 40.000 dan harga makanan mulai dari Rp. 15.000 s/d Rp. 30.000.

2. Kedai Kopi Orion
Kedai Kopi Orion terletak di Jl. HOS Cokroaminoto No. 9 Sudimara Barat, Ciledug, Tangerang Kota. Dibelakang sekolah Al-Hasanah Ciledug. Tempat ini agak sulit untuk ditemukan karena lokasinya ada didalam gang sempit dan menjadi satu kawasan dengan studio musik dengan nama yang sama yaitu Orion. Untuk tempat, kedai ini memiliki tempat yang cukup nyaman namun dengan suasana outdoor dan sangat ramai karena studio musik disebelahnya tidak pernah sepi apalagi saat weekend. Tempat ini jadi favorite selain karena bersebelahan dengan studio music, tapi tempat ini juga menawarkan peralatan live music bagi siapapun yang ingin bernyanyi dan memeriahkan suasana. Tempat ini benar-benar menjadi satu dengan wilayah perumahan warga namun dengan fasilitas yang komplit seperti adanya toilet, free wifi dan colokan listrik. Dengan harga mulai dari Rp. 7.000 s/d Rp. 30.000 aku cukup terkejut dengan rasa kopi yang dibuat, selain karena enak, kedai ini juga terampil dalam mengolah kopi sehingga rasa kopi yang timbul tidaklah asam. Dengan berbagai pilihan makanan seperti aneka mie rebus, kentang goreng, roti bakar, dan lain-lain, tempat ini sungguh tidak heran bila menjadi tempat favourite bagi anak-anak usia remaja bahkan dewasa.

Kedua tempat ini akan aku berikan persentase perbandingan yaitu 50%-50% karena keduanya menyediakan rasa kopi yang sama enaknya walaupun dengan konsep tempat yang berbeda, bila di Box Koffies dengan suasana nyaman dan tenang namun di Orion menyediakan suasana yang meriah dan menyenangkan. Nah, jadi gimana? Ada rencana untuk mengunjungi kedua tempat diatas untuk menghabiskan weekend rekan-rekan?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tokoh Idola Dalam Usaha

Baba haji beliau biasa dipanggil oleh cucu-cucu dan cicit-cicitnya, nama asli beliau adalah Marsa Abas. Beliau merupakan kakak laki-laki dari ayah saya, beliau lahir pada tahun 1950-an. Beliau adalah tokoh yang saya kagumi dalam bidang bisnis. Pekerjaan awal beliau adalah sebagai pedagang sayur-sayuran dan rempah-rempah siap pakai di kawasan pasar Jembatan Lima, meneruskan apa yang dimulai oleh kakek saya. Keluarga kami terkenal dengan perniagaan sayur mayur dan kepemilikan tanah yang cukup luas. Tetapi bukan itu yang saya kagumi dari beliau. Apa yang saya kagumi adalah beliau adalah beliau mampu melihat peluang bisnis di lingkungan tempat tinggal saya. Beliau melanjutkan usaha sebagai distributor gas LPG sejak saya kecil dan tidak ada masyarakat di lingkungan kami yang menyadari untuk usaha menjadi distributor LGP dan sebagai pemilik puluhan indekos di wilayah Jakarta Barat. Beliau sudah menjalani usaha tersebut selama belasan tahun dengan omzet ratusan juga, namun sangat rendah h...